Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakatuh.
Hai teman-teman, kali ini saya akan menjelaskan kembali apa itu static web design dan responsive web design. Mungkin uda banyak dari kalian yang tau yaa..
Nah, jadi sebagai seorang yang berkecimpung dalam dunia pengembangan web, membuat sebuah web yang baik dan menarik tentu menjadi prioritas, terlebih lagi dengan perkembangan teknologi saat ini yang menuntut sebuah web agar dapat ditampilkan dengan baik pada berbagai perangkat.
Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan apa sebenarnya Static Web Design dan Responsive Web Desgin, serta berbagai kelebihan dan kekurangannya.
1. Static Web DesignStatic Web Design atau juga dikenal istilah Fixed Web Design merupakan teknik desain web tradisional. Desain web ini memiliki desain yang tetap atau sama di semua perangkat baik di desktop, smartphone ataupun tablet. Umumnya ketika proses pembuatan desain, desainer akan fokus pada satu perangkat (resolusi saja) misal 1024 px. Ketika membuka desain web ini perangkat dengan resolusi yang kecil dari 1024 px seperti smartphone misalnya, maka Anda membutuhkan scroll horizontal atau kesamping untuk dapat melihat keseluruhan isi web.
Kelebihan :
  • Proses pembuatan, waktu yang dibutuhkan lebih cepat dan biasanya juga lebih murah.
  • Proses desain, persiapan dan kebutuhan yang diperlukan lebih sedikit.
Kekurangan :
  • Pengunjung akan memiliki kesan yang kurang baik, jika mereka menggunakan perangkat dengan resolusi yang kecil seperti Tablet dan Smartphone.
  • Tidak memiliki desain optional pada ukuran layar yang berbeda.
  • Harus membuat situs terpisah untuk pengguna perangkat mobile (Tablet dan Smartphone).
2. Responsive Web DesignSebelum kita membahas lebih jauh mengenai Responsive Web Design, Anda perlu mengetahui istilah Liquid Web Design dan Adaptive Web Design.
Liquid Web Design merupakan desian web yang mengguakan perhitungan persentase (%) dalam implementasinya. Desain ini bisa dikatakan “sedikit lebih baik” dibandingkan Static Web Design terlebih untuk membuatanya juga sangat mudah. Namun perlu didingat, hampir bisa dipastikan jika web ini dibuka pada perangkat dengan resolusi sangat kecil ataupun dengan resolusi yang besar (wide screen) hampir bisa dipastikan jika web ini akan terlihat sangat buruk.
Adaptive Web Design merupakan desain web yang memiliki layout yang berbeda untuk resolusi yang berbeda. Desain web ini dibuat degan target resolusi yang berbeda. Desain web ini dibuat dengan target resolusi tertentu misal untuk perangkat Smartphone, Tablet dan Desktop. Teknik Adaptive Web Design bisa dikatakan hampir sama dengan teknik Static Web Design, dimana desain web dibuat dengan teknik static namun yang berbeda adalah teknik ini menerapkan beragam desain layout untuk perangkat tertentu.
Setelah Anda mengetahui kedua istilah tersebut, kita lanjutkan denan Responsive Web Design.
Responsive Web Design adalah gabunga dari Liquid Design dan Adaptive Design. Responsive Web Design merupakan pilihan desain web terbaik untuk saat ini. Dengan desain tersebut, secara otomatis tampilan konten akan menyesuaikan diri (beradaptasi) dengan berbagai resolusi perangkat. Perlu diingat, desain ini tidak dibuat hanya untuk resolusi tertentu melainkan desain dapat menyesuaikan diri pada berbagai perangkat dan resolusi apa saja.
Kelebihan :
  • Sangat baik, dikarenakan desain web tersedia untuk semua perangkat & resolusi.
  • Pengelolaan web akan sangat mudah baik dalam hal desain dan juga maintenance website.
Kekurangan :
  • Membutuhkan perencanaan dan persiapan yang lebih (matang) pada tahap desain.
  • Membutuhkan waktu yang lama dalam proses pembuatannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.