Perbedaan echo(), print(), printf() dalam PHP

0
100

 

Pada php, ada beberapa fungsi untuk menampilkan output diantaranya :

  • Fungsi echo();
  • Fungsi print()
  • Fungsi printf();

Walaupun ketiga fungsi tersebut memiliki tujuan yang sama yaitu, untuk menampilkan hasil output, namun terdapat perbedaan pada ketiga fungsi tersebut. Untuk mengetahui perbedaan apa yang ada pada ketiga fungsi diatas, mari kita pahami uraian dibawah ini …

  1. Fungsi echo();

Fungsi ini biasa kita gunakan dalam php yang fungsinya untuk menampilkan hasil (teks) ke layar. Fungsi echo ini dapat digunakan dengan tanda kurung  echo(“Hallo”) atau tanpa tanda kurung  echo”Hallo”; , dan dapat memiliki lebih dari satu parameter yang dipisahkan dengan tanda koma (,).

Contohnya :

<?php

echo “Lagi Belajar PHP<br>”; //tanpa tutup kurung

echo(“Hello Semua!<br>”); // dengan tutup kurung

echo “Saya “, “sedang “, “makan.”; // parameternya lebih dari satu

?>

 

  1. Fungsi print();

Fungsi print hanya dapat memiliki 1 parameter saja, dan jika terdapat lebih dari 1 parameter maka akan terjadi error. Fungsi ini juga akan mengembalikan nilai 1 ketika di ekesekusi, sedangkan echo tidak mengembalikan nilai apapun.

Contohnya :

<?php

print(“Hallo<br>”); //dapat menggunakan tutup kurung

print”Saya sedang belajar …<br>”; //tanpa tutup kurung

$cetak = print”Hello World!<br>”; // var cetak bernilai 1

// $hasil = echo “Hello teman – teman”; //var hasil tidak mengembalikan nilai apapun (akan error)

print”<br>”;

// print”angka1″,”angka2″,”angka3″; // tidak dapat lebih dari 1 parameter (akan error)

?>

 

  1. Fungsi printf();

Untuk fungsi yang terakhir yaitu fungsi printf() yang berfungsi untuk memformat string/teks dan dapat mengembalikan panjang dari teks ketika di eksekusi atau dengan kata lain, dapat mengatur output format data.

Contohnya :

<?php

$text = “Nama saya siapa ya ?”;

printf(“Saya lupa diri, %s<br>”, $text); //mengembalikan panjang teks dari var ‘text’

?>

%s merupakan sebuah placeholder untuk tipe data string, dan masih ada lagi placeholder yang lainnya seperti : %d (int), %f(float), %b(boolean), dll.

 

Itulah masing – masing keunikan tersendiri yang di miliki oleh ketiga parameter tersebut. Namun, kebanyakan orang lebih memilih fungsi echo() sebagai outputnya dari pada kedua fungsi lainnya. Sekarang, kembali kepada diri kita sendiri untuk memilih fungsi output yang mana yang akan kita gunakan setelah kita mengetahui kelebihan maupun kekurangannya masing – masing. Sekian dulu artikel dari saya, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua, terima kasih …

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.