Mengenal Seri Prosesor Dari Intel & AMD

0
39

Seperti yang telah kita ketahui, prosesor merupakan inti dari sebuah komputer. Dan jika kita berbicara soal prosesor pasti kita akan mengingat kepada Intel dan AMD. Disini saya akan menjelaskan seri-seri prosesor baik dari kubu biru maupun kubu merah.

Intel

– Atom

Seri Intel Atom dirancang dengan penggunaan daya (TDP) yang sangat rendah, sangat cocok untuk perangkat dengan sistem pendinginan pasif (tanpa pendingin aktif seperti fan). Pada umumnya prosesor ini digunakan untuk tablet, UMPC (Ultra-Mini PC), netbook, ataupun di smartphone Android dengan beberapa perangkat terkenal dengan prosesor ini yaitu GPD Win, GPD Pocket, Asus Zenfone 3, dll.

Celeron

Seri Intel Celeron merupakan seri yang sering dipakai untuk laptop entry-level sejak 1998. Karena ini merupakan prosesor entry level, sudah pasti hanya bisa digunakan untuk browsing, office & multimedia dan gaming ringan.

Pentium

Pada tahun 90-an sampai awal 2000-an, jika kita berbicara mengenai intel pasti kita akan langsung teringat pada seri Intel Pentium yang merupakan seri flagship dari Intel sebelum lahirnya seri Core di tahun 2006. Dan kini seri Pentium diposisikan diatas seri Atom & Celeron, namun dibawah seri Core & Xeon. Mungkin ada beberapa orang yang masih belum tahu apakah seri Intel Pentium masih ada atau tidak, dan jawabannya adalah iya. Pentium masih hadir sebagai prosesor desktop low-end yang kini hadir dengan 2 varian yaitu Pentium Silver & Pentium Gold.

Core

Seri Intel Core yang telah menggantikan seri Pentium sejak 2006 ini telah menjadi seri yang paling terkenal yang dibuat oleh intel. Pada awalnya dirilis dengan nama Core Solo & Core Duo, berlanjut dengan Core 2 DuoCore 2 Extreme, dan kini seri Core yang kita kenal dibagi menjadi 4 varian yaitu Core i3, Core i5, Core i7, dan yang terbaru yaitu Core i9 yang dibuat oleh intel sebagai langkah antisipasi menghadapi AMD dengan seri flagship terbarunya yaitu AMD Ryzen Threadripper.

Xeon

Seri Intel Xeon adalah seri yang umumnya khusus digunakan untuk kebutuhan server & workstation yang lebih mementingkan jumlah core yang banyak daripada clock speed yang tinggi. Walaupun begitu, seri ini sangat terkenal juga di kalangan Gamer karena perbandingan harga-per-performa yang lebih tinggi dari seri Core i7.

 

 

AMD

Athlon

Jika di kubu biru ada Intel Pentium, maka di kubu merah ada AMD Athlon. Mengalami nasib yang serupa dengan Intel Pentium (menjadi prosesor utama AMD sebelum digantikan oleh A-series & FX-series, lalu kemudian Ryzen), Athlon kini menggebrak pasar prosesor low-end dengan AMD Athlon 200GE yang untuk pertama kalinya hadir dengan iGPU (AMD Radeon Vega 3) untuk kembali “berperang” dengan Intel Pentium walaupun di kasta yang berbeda.

Ryzen

Setelah sekian lama AMD absen dalam pasar prosesor mainstream yang dikuasai Intel dengan seri Core i-series, AMD kembali hadir di tahun 2017 dengan seri terbarunya yaitu AMD Ryzen. Dibagi menjadi 4 varian yaitu Ryzen 3, Ryzen 5, Ryzen 7, dan varian terkuat dari AMD yaitu Ryzen Threadripper yang membuat Intel merilis seri Core i9 untuk melawan Ryzen Threadripper.

Epyc

Jika AMD Ryzen dibuat untuk menandingi Intel Core i-series, maka AMD Epyc dibuat untuk menandingi Intel Xeon. Menggantikan seri Opteron dan menggunakan arsitektur yang sama dengan Ryzen (Zen), Epyc menjanjikan performa yang lebih tinggi untuk kebutuhan workstation & server.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.