Inilah Fakta Tentang Mengapa Hanya 20% Penduduk Yang Menguasai 80% Aset di Dunia

0
304
orang kaya semakin kaya

Blog.pucc.or.id – Beberapa dari kamu mungkin pernah mendengar istilah Pareto Principle, Yang berari setiap 20% populasi di dunia ini yang akan menguasa 80% dari aset kekayaan ataupun sumber daya yang ada. dan fenomena ini juga sudah sangat dikenal banyak orang.

nah, yang menjadi pertanyaan, kenapa fenomena ini bisa terjadi?

Mengapa hanya sekitar 20% dari total populasi bahkan bisa jadi kurang yang sedimikiat kekayaan atau asetnya dan akan terus bertumbuh?

Berikut saya akan memberikan fakta yang mengejutkan dan menjadikan insight terbaik untuk dijadikan sebagai pertimbangan bagi kamu.

Saya akan mencoba untuk membedahnya satu-persatu.

Kata Pareto sendiri berasal dari ekonom yang berasal dari Italia pada tahun sekitar 1800-an, yang bernama Wilfredo Pareto. Dia menemukan fenomena ini dan meyimpulkan bahwa: Pada banyak peristiwa, 20% dari jumlah populasi selalu cenderung meguasai 80% resource.

Contohnya:
Pada suatu Negara, 20% penduduknya memiliki kekayaan sebanding dengan kekayaan 80% penduduk di Negara tersebut.

Pada suatu studi yang di ungkap oleh Oxfam menyatakan bahwa 100 orang terkaya di Indonesia, sebanding dengan total total kekayaan dari 100 juta penduduk Indonesia yang lain, wowww, Kekayaan 100 jiwa sebanding dengan 100 juta jiwa.

Contoh 2:
Lazimnya, pada 20% brand tertentu, teknologi misalnya seperti Apple atau Samsung, menguasai 80% market share dalam Industrinya.

Contoh 3:
Nilai tabungan dari 20% nasabah bank BRI yang paling kaya, menguasai 80% dari seluruh tabungan yang disimpan pada bank tersebut.

Lalu mengapa fenomena ini kerap kali terjadi?
Berikut saya jabarkan 3 faktor yang menjelaskan secara logis mengapa terjadi Pareto Effect.

Faktor Pareto Effect Pertama: Efek Bola Salju
Ketika kekayaan kamu sudah banyak, maka efek dari akumulaifnya akan semakin cepat, dan akan semakin tumbuh dengan sangat kontras.

Kekayaan orang-orang kaya akan semakin tumbuh sangat jauh lebih cepat dibandingkan dengan yang berpenghasilan pas-pasan, hal tersebut dikarenakan faktor accumulatice advantage ini.

Contoh Kasus:
Chairul Tanjung, disebabkan oleh aset kekayaan akumulasi yang Beliau miliki, maka akan dengan amat sangat mudah untuk melakukan ekspansi kebermacam bidang industri, Dan dengan itu pula profit yang dimiliki semakin banyak, semakin kaca dibandingkan dengan orang yang hanya memiliki simpanan 500 ribu rupiah di saldo rekeningnya.

Accumulative advantage(keungulan modal kekayaan yang sudah ada) merupakan fator utama mengapa orang yang kaya akan semakin kaya.

Karena dengan adanya accumulative advantage, orang tersebut dapat dengan mudah melakukan diversifikasi pada usahanya, ekspansi bisnisnya atau juga investasi, dan hasilnya kekayaan akan semakin menjadi-jadi.

hal tersebut yang kemudian membuat mereka mampu menguasai 80% aset kekayaan yang tersedia pada suatu Negara, Kota maupun Wilayah.

nah, begitu juga dengan sebaliknya, orang yang memiliki gaji pas-pasan, karena tidak memiliki faktor accumulative advantage ini, karena gajinya selalu habis untuk kebutuhan hidup di tiap bulan, maka tidak akan memiliki sesuatu untuk melakukan diversifikasi usaha maupun investasi.

Maka hasilnya, 80% penduduk ini hidupnya akan terus stagnan.

Faktor kedua dan ketiga akan saya bahas di artikel selanjutnya, Keep watcing 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.