“Dick-ometrics”, Teknologi Sensor Pengganti Password Di Masa Depan

0
558

 

 

 

 

 

Sudah banyak kita ketahui teknologi biometrik yang digunakan untuk memasukkan kata kunci dengan media jari tangan atau bola mata manusia. Teknologi tersebut digunakan karena memiliki tingkat keamaanan yang tinggi. Namun apa jadinya bila teknologi biometrik ini dikembangkan dengan mempergunakan media yang tidak lazim?

Yap, sebuah perusahaan webcam CamSoda, membuat ‘terobosan’ baru pada teknologi biometrik. Perusahaan ini menginginkan nantinya kata kunci atau password ialah dengan menggunakan alat vital pria atau penis. Perusahaan tersebut kini memproduksi pemindai sidik jari dan teknologi pengenalan wajah itu nantinya akan memungkinkan penggunaan penis sebagai pengganti password alias kata kunci. Ada-ada saja yah XD…

Trus gimana caranya?

CamSoda menjelaskan dengan teknologi dick-ometrics yang mereka gagas, para pria akan diberikan kesempatan menggunakan pemindaian penis sebagai pengganti password untuk mengunci atau membuka sesuatu. Caranya diklaim lebih praktis, yakni dengan memposisikan alat kelamin itu di depan komputer.

Untuk menggunakan layanannya, pengguna perlu mengakses situs web tersebut dengan gambar khusus yang akan disimpan di sistem, untuk membantu teknologi pengenalan penis. Untuk sementara, konsep ini mungkin bukan yang terbaik digunakan saat melakukan perjalanan di kereta api, terutama pada jam sibuk.

Untuk memastikan data pribadi dilindungi terhadap individu yang tidak dikenal, biometrik menjadi semakin populer karena kemampuannya menyediakan lapisan keamanan yang tak dapat ditembus. Menurut presdir CamSoda, dick-ometrics akan menciptakan biosekuritas tingkat tinggi. Seperti sidik jari dan bola mata, yang merupakan dua bagian tubuh yang paling umum digunakan dalam teknologi biometrik, penis memiliki banyak tingkat perbedaan seperti ukuran, warna dan tonjolan pembuluh darah. Namun, tidak seperti sidik jari dan bola mata, penis berada di tempat tersembunyi di balik pakaian dan hanya orang tercinta yang tahu.

Agar dianggap tak dianggap mendiskriminasikan gender, CamSoda mengatakan pihaknya berencana mengembangkan teknologi serupa untuk wanita. *Whaaatt ????*


Wah wah wah…
Ada-ada aja yah.. masa iya harus dengan ‘si boy’?

Gimana menurut pendapat kalian? Apakah teknologi tersebut layak digunakan untuk kepentingan umum ?

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.